Implementasi Sistem Pelayanan Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Gajahan Kota Surakarta Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.52187/h3tmca38Keywords:
Rekam_Medis_Elektronik, Implementasi, Pelayanan_Kesehatan, Puskesmas_ Gajahan, Teknologi_InformasiAbstract
Perkembangan teknologi informasi dibidang kesehatan mendorong perubahan sistem pengelolaan data pasien dari bentuk manual menjadi digital melalui penerapan rekam medis elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan pemanfaatan sistem rekam medis elektronik di Puskesmas Gajahan, termasuk SDM, sistem yang digunakan, serta kendala dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap petugas Puskesmas. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi rekam medis elektronik di Puskesmas Gajahan telah berjalan dengan baik dalam pencatatan, penyimpanan, pencarian data pasien yang lebih cepat dan efisien dibanding sistem manual. Namun, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia yang belum seluruhnya menguasai teknologi, adanya gangguan jaringan internet, serta kurangnya sosialisasi kepada seluruh pengguna sistem. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut meliputi pelatihan rutin bagi petugas, peningkatan infrastruktur teknologi, serta kerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan dalam pengawasan dan evaluasi sistem. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan sistem rekam medis elektronik di Puskesmas Gajahan, Surakarta, telah meningkatkan efisiensi layanan kesehatan dengan menggantikan metode manual. SDM secara umum mampu mengoperasikan sistem ini, namun masih terdapat kendala seperti belum terintegrasinya rujukan online, gangguan internet, integrasi dengan P-Care BPJS yang belum optimal. Hambatan ini perlu segera diatasi untuk mendukung pelayanan yang lebih optimal. Puskesmas Gajahan meningkatkan fitur rekam medis elektronik dan melakukan pelatihan rutin bagi petugas untuk menjaga efektivitas layanan. Diperlukan koneksi internet cadangan, sistem offline-to-online, serta optimalisasi integrasi dengan BPJS melalui API dan kerjasama teknis dengan pihak terkait.










