Hubungan Siklus Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Kecamatan Randublatung

Authors

  • Ovita Mayasari Politeknik Assalaam Surakarta Author
  • Sulistyaningsih Staf KIA, Puskesmas Randubelatung Author

DOI:

https://doi.org/10.52187/5a61pz39

Keywords:

Menstruasi, anemia, remaja_putri

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki kadar hemoglobin dan eritrosit yang lebih rendah dari kadar normal. Remaja perempuan lebih rentan terkena anemia karena mengalami menstruasi. Pola menstruasi yang tidak normal dapat menyebabkan anemia karena terjadi pengeluaran darah yang berlebih, sehingga hemoglobin yang terkandung dalam darah juga ikut terbuang. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Analisa data yang diggunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Analisa univariat dengan presentase dari tiap variabel, analisa bivariat menggunakan Uji Fisher. Hasil penelitian terdapat 289 responden (84,5%) tidak anemia, 25 responden (7,3%) menderita anemia ringan dan 28 responden (8,2%) menderita anemia sedang. Terdapat 6 responden (1,8%) memiliki pola menstruasi tidak sehat, 4 responden (1,2%) mengalami haid tidak teratur, 21 responden (6,1%) mengalami siklus menstruasi kurang dari 21 hari atau lebih dari 40 hari. Sebagian kecil 30 responden (8,8%) lama menstruasi lebih dari 7 hari. Hampir separuh responden 162 (47,4%) menyatakan darah yang keluar pada saat menstruasi banyak (> 100 ml/10 sendok teh per hari). Sebanyak 78 responden (22,8%) menyatakan ada keluahan lemas, lesu dan berkunang-kunang saat menstruasi.Berdasarkan hasil Uji Fisher diperoleh ada hubungan antara pola menstruasi dengan anemia pada remaja putri di Kecamatan Randublatung.

Downloads

Published

2026-08-06

How to Cite

Hubungan Siklus Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Kecamatan Randublatung. (2026). JMIKA: Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Assalaam, 1(1), 16-21. https://doi.org/10.52187/5a61pz39